Senin, 26 Oktober 2015


Peti mati brengsek
Aku tak tahu apa yang terjadi                                                               
Hanya sebuah telinga yang mendengar sebuah ironi
Tak tahu siapa yang salah
Yang berkuasa di anggap mati
Yang di bawah terus berkoar jeli
Seakan memimpin di peti mati

Ada mayat yang hidup di dalamnya
Membusuk tak mau berdiri
Tak tau apa yang salah
Dengan bambu yang berniat menjuluk jambu merah di kebun bunga bangkai
Mampu melangkah namun tak tahu arah
Seakan kompas besembunyi
Yang diam diam berkoar merekrut anak waktu

Apalah aku ini
Hanya anak waktu yang di sambut peti mati
Diantarkan indukku dengan mata berlinang air

Tas baru yang melekat di punggungku seakan tahu
Apa yang harus diisi dan apa yang harus di robek
Tapi kompas masih tetap diam

Berkoar tanpa henti
Menusuk manusia yang ada dalam peti mati
Aku terdampar
Dan di selamatkan peti mati
Yang tak mau aku mengisinya dengan tubuhku
Kini peti itu hanya bisa diam
Tak mampu mengalahkan detak kompas yang di lapisi emas murni 24karat
Kini baju lusuh yang kubeli di bukittinggi
Kubiarkan tergantung tak bertali
Aku ingin tau rasanya di peti mati
Membangunkan bocah bocah gila brengsek yang pernah bermimpi tapi tak punya waktu untuk tidur

Bangunlah...
Berdirilah di belakang anak waktu ini
Anak waktu yang masih dini hari
Yang berharap datangnya pagi di senja hari..


Bengkulu,kosan bang arif lamo 22/10/2015,22:50 wib

Dema sandria






Tidak ada komentar:

Posting Komentar